Karakter Warna dan Kombinasi Warna Dalam Desain Arsitektur

Bagi kamu yang sedang belajar Arsitektur tentu harus selalu berlatih menggambar hingga mendapatkan hasil yang maksimal, namun perlu diketahui bahwa yang namanya menuntut ilmu tentu harus dibarengi dengan membaca.

Berikut ini ada artikel menarik yang bermanfaat untuk kamu baca, tentunya masih berhubungan dengan bidang ilmu arsitektur, yaitu artikel dengan judul "Efek Psikologis Warna, Karakter Warna, dan Kombinasi Warna".

Efek Psikologis dan Karakter Warna

Sebagai sebuah komponen visual, warna tidak hanya memperindah tampilan, tapi juga membawa karakter dan menstimulasi efek psikologis tertentu bagi pengguna atau pengamat sebuah rancangan.

Contohnya, warna merah yang berkesan dinamis, enerjik, dan membangkitkan semangat. Atau warna biru yang memberi kesan teduh, tenang, dan dingin.

Beda warna, beda karakter. Beda pula efeknya secara psikologis. Nah, untuk tahu lebih lanjut tentang efek psikologis dan karakter warna, berikut penjelasannya:

Putih

Warna Putih memberi arti keaslian, kesan ringan, polos dan murni. Bila terlalu banyak, menimbulkan perasaan dingin, steril, dan terisolasi.

Merah Muda

Warna Merah Muda melambangkan kasih sayang dan perasaan romantis, kesan lembut serta sosok orang muda bahkan anak-anak.

Merah

Warna Merah memberi kesan dinamis, enerjik, komunikatif, aktif, bersemangat, sensual, mewah, dan bersifat menstimulasi. Bila terlalu banyak, bisa merangsang perilaku agresif.

Oranye

Warna Oranye menggambarkan sosialisasi yang bersahabat, percaya diri, ramah dan kesan penuh harapan, kreativitas serta vitalitas. Bila terlalu banyak, bisa merangsang perilaku hiperaktif.

Kuning

Warna Kuning mampu memancarkan kehangatan, cahaya dan cerah, memberi inspirasi, mendorong ekspresi diri maupun kemampuan intelektual.

Ungu

Warna Ungu dekat dengan aura spiritualitas, magis, misterius, menarik perhatian, memancarkan kekuatan, menambah imajinasi, sensitivitas dan obsesif.

Biru

Warna Biru menghadirkan kesan teduh, dingin, hening, damai, tentram, harmonis, dan merangsang kemampuan intuitif. Namun, bila terlau banyak, bisa menimbulkan kelesuan.

Hijau

Warna Hijau menyiratkan kesan alamiah, segar, tenang, sejuk, mendorong perasaan empati, meredakan stress dan menyembuhkan. Tapi bila terlalu banyak bisa menimbulkan kesan terperangkap.

Cokelat

Warna Cokelat berkesan natural, membumi, stabil, menghadirkan kenyamanan, keyakinan, keamanan, kesan elegan dan akrab. Bila terlalu banyak bisa berkesan berat atau kaku.

Hitam

Warna Hitam mengandung kekuatan, penuh percaya diri, kesan maskulin, dramatis, penuh perlindungan, klasik dan megah. Bila terlalu banyak bisa menimbulkan perasaan tertekan.

Abu-abu

Warna Abu-abu menggambarkan kesan serius, damai, independen, dan luas. Bila terlalu banyak, bisa memberi kesan tidak komunikatif.

Macam-macam Kombinasi Warna

Untuk menghindari kesan monoton, satu warna bisa dikombinasikan dengan warna-warna lainnya. Ada beberapa pola kombinasi warna yang bisa dipakai. Untuk mudahnya, pergunakanlah color wheel atau roda warna seperti pada gambar di bawah ini.
Color Wheel

Kombinasi Kontras atau Komplementer

Kombinasi yang pertama adalah kombinasi kontras atau komplementer. Pola ini menggabungkan warna-warna yang letaknya berseberangan pada roda warna, seperti biru-kuning, merah-hijau, dsb. Gabungan warna seperti dapat memberi karakter yang dinamis dan kuat.

Kombinasi Analog

Berikutnya adalah kombinasi analog, yakni gabungan antara warna-warna yang karakternya mirip atau berdekatan, letaknya bersebelahan pada roda warna, misalnya kuning-oranye, biru-hijau, dsb. Pola ini dapat memunculkan kesan harmonis.

Kombinasi Monokromatir

Selanjutnya, kombinasi monokromatis yang memadukan warna dari spektrum yang sama, namun intensitasnya berbeda-beda. Contohnya, sebuah pola warna yang merupakan gradasi dari warna ungu yang sangat tua sampai ungu yang sangat muda.

Kombinasi Kompleks

Terakhir adalah kombinasi kompleks yang memadukan warna apa saja. Kunci dari kombinasi ini adalah kuantitas warna yang dipakai. Untuk menghindari kesan monoton, gunakan satu warna yang dominan dan yang lain hanya sebagai aksen.
Sumber: Arsitektung
Comment Policy:
Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini, dengan cara Klik Buka Komentar.
Buka Komentar

NEWSLETTER SIGNUP